Surat ke-48
Al-Fath · Ayat 3
Ayat 3وَّيَنْصُرَكَ اللّٰهُ نَصْرًا عَزِيْزًا
Wa yanṣurakallāhu naṣran ‘azīzā(n).
dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
dan agar Allah menolongmu terhadap musuh-musuhmu dengan pertolongan yang kuat yang tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.
Tafsir Ibnu Katsir
Firman Allah Swt.:
dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). (Al Fath:3)
Hal ini karena engkau tunduk kepada perintah Allah, maka Dia meninggikan kamu dan menolongmu dalam menghadapi musuh-musuhmu. Seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih yang menyebutkan:
Tidak sekali-kali Allah menambah maaf-Nya kepada seseorang hamba, melainkan menambahkan kepadanya kemuliaan, dan tidaklah seseorang berendah diri karena Allah Swt., melainkan Allah akan meninggikannya.
Diriwayatkan dari Umar ibnul Khattab r.a. yang mengatakan, "Tidaklah engkau menghukum seseorang yang durhaka kepada Allah Swt. Terhadap dirimu dengan hal yang semisal dengan ketaatanmu kepada Allah Swt. dalam hal tersebut."
Tafsir as-Sa'di
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu keme-nangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang serta menyem-purnakan nikmatNya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)." (Al-Fath: 1-3).
Madaniyyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1) Kemenangan yang disebut di atas adalah Perjanjian Hudaibiyah yaitu ketika kaum musyrikin mencegah Rasulullah a yang hendak melaksanakan umrah sebagaimana yang tertera dalam kisah yang panjang.[90] Di akhir kisahnya Rasulullah a berdamai dengan mereka untuk tidak berperang di antara kedua belah pihak dalam waktu sepuluh tahun. Rasulullah a umrah pada tahun mendatang, bagi siapa pun yang ingin masuk dalam pihak kaum Quraisy dipersilahkan dan bagi siapa pun yang ingin masuk dalam pihak Rasulullah a dipersilahkan. Dampak baik dari perjanjian ini adalah ketika semua pihak saling memberi rasa aman satu sama lain, kawasan dakwah untuk agama Allah r pun semakin luas, sehingga semua orang yang ingin masuk Islam di wilayah mana pun kala itu bisa melakukannya, dan dimungkinkan bagi yang memiliki tekad bulat untuk mendalami hakikat Islam. Kemudian pada waktu itu orang-orang pun masuk ke dalam Agama Allah سبحانه وتعالى secara bergelombang, dan karena itulah disebut oleh Allah سبحانه وتعالى seba-gai kemenangan dan juga kemenangan nyata, yaitu kemenangan yang jelas dan nampak. Karena yang dimaksudkan dari penaklukan negeri-negeri kaum musyrikin adalah agar Agama Allah سبحانه وتعالى tegak dan kaum Muslimin meraih kemenangan di mana hal ini tercapai dalam kemenangan tersebut.
(2) Atas kemenangan itu, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan beberapa hal berikutnya seraya berfirman, ﴾ لِّيَغۡفِرَ لَكَ ٱللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنۢبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ ﴿ "Su-paya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang," hal itu disebabkan –wallahu a'lam– karena dampak baik perjanjian Hudaibiyah berupa berbagai ketaatan dan banyaknya orang yang masuk ke dalam Agama Allah سبحانه وتعالى, dan juga karena kesabaran Rasulullah a dalam menanggung beban butir-butir perjanjian yang tidak akan bisa dipikul melainkan oleh rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati. Dan inilah salah satu kehebatan dan karamah Rasulullah a, yaitu dosa-dosa beliau yang telah ber-lalu dan yang akan datang telah diampuni oleh Allah سبحانه وتعالى , ﴾ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكَ ﴿ "serta menyempurnakan nikmatNya atasmu," dengan mengokoh-kan Agamamu dan memberikan kemenangan kepadamu atas musuh-musuhmu serta memperluas dakwahmu, ﴾ وَيَهۡدِيَكَ صِرَٰطٗا مُّسۡتَقِيمٗا ﴿ "dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus," dengan jalan itu engkau mendapatkan kesenangan dan keberuntungan abadi.
(3) ﴾ وَيَنصُرَكَ ٱللَّهُ نَصۡرًا عَزِيزًا ﴿ "Dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat," yaitu pertolongan yang kuat yang dengannya Islam tidak akan tergoyahkan, justru akan diperoleh kemenangan sempurna serta menundukkan, merendahkan serta mengurangi jumlah orang-orang kafir, di samping terpenuhi dan berkembang-nya kekuatan kaum Muslimin serta banyaknya harta mereka. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan dampak baik perjanjian ini atas orang-orang Mukmin seraya berfirman,