Wasatiah

Surat ke-67

Al-Mulk · Ayat 14

Ayat 14

اَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ ࣖ

Alā ya‘lamu man khalaq(a), wa huwal-laṭīful-khabīr(u).

Artinya

Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Ayat ini masih kelanjutan sanggahan Allah terhadap sikap kaum musyrik: Apakah pantas Allah yang menciptakan semua makhluk termasuk kamu, wahai manusia, itu tidak mengetahui apa yang kamu lahirkan dan rahasiakan? Padahal Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. Sungguh Dia pasti Maha Mengetahui segalanya.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui? (Al-Mulk: 14)

Yaitu apakah Tuhan Yang Maha Pencipta itu tidak mengetahui? Menurut pendapat lain, apakah Allah tidak mengetahui makhluk-Nya? Makna pertamalah yang lebih utama, karena dalam firman berikutnya disebutkan:

dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui. (Al-Mulk: 14)

Kemudian Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada makhluk-Nya, melalui bumi yang telah Dia tundukkan dan dimudalikan untuk mereka, dengan menjadikannya tenang dan stabil, tidak berguncang dan tidak miring, berkat gunung-gunung yang telah Dia pancangkan padanya. Allah telah mengalirkan dari dalamnya mata air-mata air, dan menyediakan padanya jalan-jalan untuk ditempuh, serta menyediakan padanya berbagai manfaat dan tempat-tempat untuk ditanami guna keperluan pertanian.

Tafsir as-Sa'di

"Dan rahasiakanlah perkataanmu atau tampakkanlah; se-sungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui." (Al-Mulk: 13-14).
(13) Ini adalah permberitahuan Allah سبحانه وتعالى tentang keluasan ilmu dan FirmanNya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَأَسِرُّواْ قَوۡلَكُمۡ أَوِ ٱجۡهَرُواْ بِهِۦٓۖ ﴿ "Dan rahasiakanlah perkataanmu atau tampakkanlah," maksudnya, sama saja bagi Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya karena ﴾ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati." Yakni, Mengetahui segala niat dan kehendak hati dan lebih me-ngetahui perkataan serta perbuatan yang bisa didengar dan dilihat.
(14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman mengutarakan dalil aqli yang menunjukkan ilmuNya, ﴾ أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ ﴿ "Apakah Allah yang men-ciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan)?" Siapa lagi yang menciptakan, menyempurnakan, dan mengindah-kan makhluk, bagaimana Dia tidak tahu yang kalian tampakkan dan kalian sembunyikan? ﴾ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ ﴿ "Dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui." Yang detil ilmu dan pengetahuanNya hingga mengetahui rahasia, isi hati, segala yang samar, dan yang ghaib.
﴾ وَإِن تَجۡهَرۡ بِٱلۡقَوۡلِ فَإِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلسِّرَّ وَأَخۡفَى 7 ﴿
"Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia yang telah tersembunyi." (Thaha: 7), dan di antara makna Mahahalus adalah Allah memperlakukan hamba-hamba dan orang-orang yang dikasihiNya dengan lemah lembut. Allah سبحانه وتعالى mendorong mereka menuju kebaikan padahal mereka tidak mera-sakan hal itu. Allah سبحانه وتعالى menjaga mereka dari keburukan padahal mereka tidak mengira, dan mengangkat mereka ke tingkatan tinggi dengan berbagai sebab yang sama sekali tidak dikira oleh manusia. Bahkan Allah سبحانه وتعالى membuat mereka merasakan berbagai hal yang tidak disukai untuk menyampaikan mereka pada harapan tertinggi dan keinginan-keinginan mulia.