Surat ke-27
An-Naml · Ayat 47
Ayat 47قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَّعَكَۗ قَالَ طٰۤىِٕرُكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُوْنَ
Qāluṭ ṭayyarnā bika wa bimam ma‘ak(a), qāla ṭā'irukum ‘indallāhi bal antum qaumun tuftanūn(a).
Mereka menjawab: "Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu". Shaleh berkata: "Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji".
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Mendengar nasihat Nabi Saleh tersebut, mereka menjawab, “Kami mendapat nasib yang malang seperti perpecahan di antara kami, kepahitan hidup, gagal panen, dan lain sebagainya, disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu. Sebelum kamu datang menyeru kepada kami, kami tidak menemukan nasib seperti ini." Nabi Saleh, berkata, “Nasibmu, baik itu nasib baik atau buruk adalah ada pada Allah sesuai dengan ketetapan-Nya, bukan kami yang menjadi sebab, tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji.” apakah setelah kedatangan Nabi Saleh, kamu beriman kepadanya atau tidak, Jika beriman, kamu akan mendapat pahala dan jika kafir kamu akan mendapatkan siksaan.
Tafsir Ibnu Katsir
Firman Allah Swt.:
"Hendaklah kalian meminta ampun kepada Allah, agar kalian mendapat rahmat.'' Mereka menjawab, ‘Kami mendapat nasib yang malang karena kamu, dan orang-orang yang besertamu.” (An Naml:46-47)
Yakni kami tidak melihat pada wajahmu dan wajah orang-orang yang mengikutimu suatu kebaikan pun. Mereka adalah orang-orang yang amat celaka, sehingga tidak sekali-kali ada seseorang dari mereka yang tertimpa keburukan, melainkan mengatakan bahwa ini akibat kesialan yang dibawa oleh Saleh dan para pengikutnya.
Mujahid mengatakan, kaum Samud menganggap Nabi Saleh dan para pengikutnya sebagai pembawa kesialan. Yang dimaksud dengan kesialan ini sama dengan apa yang diceritakan oleh Allah Swt. dalam kisah kaum Fir'aun, yaitu:
Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, "Ini adalah karena (usaha) kami.”Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. (Al A'raf:131), hingga akhir ayat.
Dan firman Allah Swt.:
Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini adalah dari sisi Allah.” Dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana, mereka mengatakan, "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).” Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah.” (An Nisaa:78)
Yakni berdasarkan ketetapan dan takdir-Nya. Dan firman Allah Swt. yang menceritakan tentang penduduk suatu kota ketika kedatangan utusan-utusan Allah:
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kalian, sesungguhnya jika kalian tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kalian dan kalian pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami.” Utusan-utusan itu menjawab, "Kemalangan kalian itu adalah karena kalian sendiri.” (Yaa Siin:18-19), hingga akhir ayat.
Dan dalam ayat surat ini disebutkan perkataan mereka melalui firman-Nya:
Kami mendapat nasib yang malang karena kamu dan orang-orang yang besertamu. Saleh berkata, "Nasib kalian ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab). (An Naml:47)
Maksudnya Allah-lah yang melakukan hal itu kepada kalian.
tetapi kalian kaum yang diuji. (An Naml:47)
Qatadah mengatakan, kalian diuji melalui ketaatan dan kedurhakaan. Makna lahiriah firman-Nya, "Tuftanun" artinya kalian sedang dibinasakan secara berangsur-angsur melalui kesesatan yang kalian kerjakan.
Tafsir as-Sa'di
Pada kitab ini, tafsir ayat ini dibahas menyatu dengan ayat 53. Silakan lihat tafsir di Ayat 53 untuk pembahasan lengkapnya.