Wasatiah

Surat ke-27

An-Naml · Ayat 72

Ayat 72

قُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَ رَدِفَ لَكُمْ بَعْضُ الَّذِيْ تَسْتَعْجِلُوْنَ

Qul ‘asā ay yakūna radifa lakum ba‘ḍul-lażī tasta‘jilūn(a).

Artinya

Katakanlah: "Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, “Boleh jadi sebagian dari azab yang kamu minta disegerakan itu telah hampir sampai kepadamu dan akan segera menimpamu.”

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menceritakan perihal orang-orang musyrik yang meminta agar kiamat disegerakan, padahal mereka menganggap mustahil terjadinya hari kiamat itu.

Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar.” (An-Naml: 71)

Maka Allah menjawab mereka melalui firman-Nya:

Katakanlah. (An-Naml: 72)

hai Muhammad, kepada mereka.

Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu. (An-Naml: 72)

Menurut Ibnu Abbas, makna radifa ialah sudah dekat, atau dekat bagi kalian azab yang kalian minta supaya disegerakan itu. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ad-Dahhak, Ata Al-Khurrasani, Qatadah, dan As-Saddi.

Hal inilah yang dimaksudkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

dan mereka berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah, "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat.” (Al-Isra: 51)

Ayat ini semakna dengan firman Allah Swt. dalam ayat yang lain, yaitu:

Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. (Al-'Ankabut: 54)

Dan sesungguhnya huruf lam masuk ke dalam lafaz radifa lakum, karena mengandung makna 'ajila lakum, yakni disegerakan kepada kalian. Seperti yang dikatakan oleh suatu riwayat yang bersumber dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: Mungkin telah hampir datang kepadamu. (An-Naml: 72) Yakni disegerakan terhadap kalian.

Tafsir as-Sa'di

"Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan. Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, 'Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar.' Katakanlah, 'Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu'." (An-Naml: 70-72).
(70) Maksudnya, janganlah kamu bersedih, wahai Muham-mad, terhadap orang-orang yang mendustakan itu dan ketidakber-imanan mereka; karena sesungguhnya kamu, kalau saja mengetahui keburukan yang ada pada mereka dan bahwa mereka sebenarnya tidak layak untuk kebaikan, tentu kamu tidak akan berduka dan bersedih, dadamu tidak akan merasa sempit dan jiwamu tidak akan merasa gelisah dengan tipu daya mereka, karena sesungguhnya tipu daya mereka akan kembali menimpa mereka sendiri,
﴾ وَيَمۡكُرُونَ وَيَمۡكُرُ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ 30 ﴿
"Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Ali Imran: 54).
(71) Dan orang-orang yang mendustakan itu berkata tentang kebangkitan dan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah, a seraya meminta agar azab segera menimpa, ﴾ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar." Ini merupakan kepicikan pikiran dan kebodohan mereka; sebab se-sungguhnya terjadinya azab dan waktunya telah ditangguhkan oleh Allah pada waktu yang telah ditetapkan dan telah ditetapkan berdasarkan ketetapanNya. Sehingga tidak menunjukkan ketidak-segeraanNya mewujudkan permintaan mereka. Sekalipun demi-kian Allah سبحانه وتعالى berfirman dengan nada mengingatkan mereka akan terjadinya apa yang mereka minta untuk disegerakan.
(72) ﴾ قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم ﴿ "Katakanlah, 'Mungkin telah hampir datang kepadamu'." Maksudnya, sudah dekat dari kalian, atau sudah hampir menimpa kalian, ﴾ بَعۡضُ ٱلَّذِي تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu," yaitu berupa azab (siksaan).