Surat ke-27
An-Naml · Ayat 85
Ayat 85وَوَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ بِمَا ظَلَمُوْا فَهُمْ لَا يَنْطِقُوْنَ
Wa waqa‘al-qaulu ‘alaihim bimā ẓalamū fahum lā yanṭiqūn(a).
Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa).
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Mereka tidak mendapat dalih untuk membela diri. Mereka bersalah, dan dengan demikian berlakulah perkataan berupa janji azab Allah atas mereka karena kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata, bukan saja karena tidak ada dalih yang dapat mereka katakan, tetapi lebih-lebih karena sangat pedihnya azab yang mereka rasakan. Mereka tidak mampu mengelak dan berdalih.
Tafsir Ibnu Katsir
Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa). (An-Naml: 85)
Yakni mereka didustakan (dibungkam) dan tidak dapat menjawab, sebab selama di dunia mereka adalah orang-orang yang berbuat aniaya terhadap diri mereka sendiri'. Dan sekarang mereka telah sampai di hadapan Tuhan Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.
Kemudian Allah Swt. mengingatkan (manusia) akan kekuasaan-Nya yang sempurna, pengaruh-Nya yang besar, dan kedudukan-Nya Yang Mahatinggi, yang sudah seharusnya bagi mereka taat kepada-Nya dan tunduk kepada perintah-perintah-Nya serta membenarkan perkara hak yang disampaikan oleh nabi-nabi-Nya tanpa bisa ditentang.
Tafsir as-Sa'di
"Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok). Hingga apa-bila mereka datang, Allah berfirman, 'Apakah kamu telah men-dustakan ayat-ayatKu, padahal ilmumu tidak meliputinya, atau apakah yang telah kamu kerjakan?' Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezhaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa)." (An-Naml: 83-85).
(83) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang keadaan orang-orang yang mendustakan di suatu tempat pemberhentian pada Hari Kiamat, dan bahwasanya Allah akan menghimpun mereka dan setiap umat akan dikumpulkan secara bergelombang dan berke-lompok, ﴾ مِّمَّن يُكَذِّبُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُمۡ يُوزَعُونَ ﴿ "dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi," dikumpulkan dari yang terdahulu kepada yang terakhir, dan yang terakkhir kepada yang terdahulu, agar pertanyaan, cercaan dan makian meliputi mereka semua.
(84) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُو ﴿ "Hingga apabila mereka datang," hadir; Allah berkata kepada mereka dengan mencela dan mencerca, ﴾ أَكَذَّبۡتُم بِـَٔايَٰتِي وَلَمۡ تُحِيطُواْ بِهَا عِلۡمًا ﴿ "Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayatKu, padahal ilmumu tidak meliputinya." Maksudnya, yang wajib atas kalian adalah menahan diri (abstain) hingga kebenaran menjadi terbuka bagi kalian, dan kalian (wajib) tidak berbicara kecuali berdasarkan pengetahuan. Lalu bagaimana mungkin kalian mendustakan suatu perkara yang kalian sama sekali tidak mempunyai ilmu tentang-nya, ﴾ أَمَّاذَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "atau apakah yang telah kamu kerjakan?" Maksud-nya, mereka ditanya tentang ilmu dan perbuatan mereka; lalu ter-nyata Allah menemukan ilmu mereka adalah pendustaan terhadap kebenaran, dan perbuatan mereka (dipersembahkan) untuk selain Allah, atau tidak berdasarkan Sunnah Rasul mereka.
(85) ﴾ وَوَقَعَ ٱلۡقَوۡلُ عَلَيۡهِم بِمَا ظَلَمُواْ ﴿ "Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezhaliman mereka." Maksudnya, sudah menjadi hak atas mereka jatuhnya azab disebabkan kezhaliman mereka yang terus mereka kerjakan, sementara hujjah telah dihadapkan atas mereka, ﴾ فَهُمۡ لَا يَنطِقُونَ ﴿ "maka mereka tidak dapat berkata," karena mereka sama sekali tidak memiliki hujjah (dalil, argumen. Pent).