Wasatiah

Surat ke-24

An-Nur · Ayat 34

Ayat 34

وَلَقَدْ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ اٰيٰتٍ مُّبَيِّنٰتٍ وَّمَثَلًا مِّنَ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِيْنَ ࣖ

Wa laqad anzalnā ilaikum āyātim mubayyinātiw wa maṡalam minal-lażīna khalau min qablikum wa mau‘iẓatal lil-muttaqīn(a).

Artinya

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Ayat ini menutup uraian kelompok ayat-ayat tentang kabar bohong yang menimpa keluarga Nabi serta petunjuk-petunjuk yang berkaitan dengan isu tersebut. Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, tuntunan hidup, dan contoh-contoh yang serupa dengan apa yang kamu alami dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu, seperti Maryam dan Yusuf yang dituduh berzina dan menerima pembebasan dari tuduhan itu; dan sebagai pelajaran bagi mereka yang mau membuka pikiran dan hatinya, yaitu orang-orang yang bertakwa.

Tafsir Ibnu Katsir

Setelah menjelaskan hukum-hukum masalah ini dengan keterangan yang rinci, Allah Swt. berfirman:

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian ayat-ayat yang memberi penerangan. (An Nuur:34)

Yaitu Al-Qur'an yang di dalamnya terdapat ayat-ayat yang jelas lagi diterangkan.

dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kalian. (An Nuur:34)

Yakni berita perihal umat-umat terdahulu dan azab yang menimpa mereka disebabkan menentang perintah-perintah Allah Swt., seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian. (Az Zukhruf:56)

Maksudnya, sebagai pelajaran agar jangan melakukan perbuatan-perbuatan dosa dan perbuatan-perbuatan yang diharamkan.

dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (An Nuur:34)

Yakni bagi orang yang bertakwa kepada Allah dan takut kepada-Nya.

Ali ibnu Abu Talib r.a. mengatakan dalam gambarannya tentang Al-Qur'an, bahwa di dalam Al-Qur'an terkandung hukum yang memutuskan di antara kalian, berita yang terjadi sebelum kalian, dan kabar apa yang akan terjadi sesudah kalian. Al-Qur'an adalah pemisah (antara yang hak dan yang batil), bukan lelucon. Barang siapa yang meninggalkannya karena sikap angkuhnya, niscaya Allah akan membinasakannya, dan barang siapa yang mencari petunjuk bukan darinya, niscaya Allah akan menyesatkannya.

Tafsir as-Sa'di

"Dan sungguh Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (An-Nur: 34).
(34) Ini merupakan bentuk pengagungan dan pemuliaan terhadap ayat-ayat yang telah dibacakan kepada para hambaNya, supaya mereka mengetahui kedudukannya dan menjalankan hak-nya. Allah berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ ءَايَٰتٖ مُّبَيِّنَٰتٖ ﴿ "Dan sungguh Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan," yaitu petunjuk yang jelas terhadap setiap perkara yang kalian butuhkan, baik perkara yang ushul ataupun yang furu', sehingga tidak tersisa satu masalah rancu dan syubhat pun di dalamnya. ﴾ و َ ﴿ "Dan" Kami turunkan kepada kalian juga ﴾ مَثَلٗا مِّنَ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِكُمۡ ﴿ "contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu," berupa kisah orang-orang terdahulu, baik yang shalih ataupun yang dur-haka, sifat-sifat amal perbuatan mereka, peristiwa baik yang terjadi pada mereka atau malapetaka yang menimpa mereka. Kalian me-renungkannya sebagai bahan permisalan dan sumber pelajaran bagi orang yang melakukan hal serupa dengan amal mereka sehingga akan dibalas dengan apa yang telah mereka terima. ﴾ وَمَوۡعِظَةٗ لِّلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa," maksudnya, Kami telah menurunkan buat kalian nasihat bagi orang-orang yang bertakwa, berupa janji (baik), ancaman, anjuran dan peringatan, sebagai nasihat bagi orang yang bertakwa, sehingga mereka akan menahan diri dari sesuatu yang Allah benci kepada sesuatu yang Allah cintai.