Wasatiah

Surat ke-55

Ar-Rahman · Ayat 18

Ayat 18

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Artinya

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 16)

Tafsirnya sama dengan yang sebelumnya.

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya. (Ar-Rahman: 17)

Yakni kedua tempat terbitnya matahari di musim panas dan musim dingin, kedua tempat terbenamnya matahari di musim panas dan musim dingin. Dan dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya:

Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari. (Al-Ma'arij: 40)

Demikian itu karena berbeda-bedanya tempat terbit mentari dan perpindahannya di setiap hari, di saat-saat kemunculannya kepada manusia. Dan dalam ayat yang lain disebutkan:

(Dialah) Tuhan masyriq dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (Al-Muzzammil: 9)

Inilah makna yang dimaksud, yaitu berbagai derajat arah masyriq dan berbagai derajat arah magrib. Dan mengingat adanya perbedaan yang terjadi pada masyriq dan magrib ini mengandung kemaslahatan bagi makhluk, baik jin maupun manusianya, maka dalam firman selanjutnya disebutkan:

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 18)

Tafsir as-Sa'di

"Rabb yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Rabb yang memelihara kedua tempat terbenamnya. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 17-18).
(17-18) Maksudnya, Allah سبحانه وتعالى adalah Rabb segala sesuatu yang matahari, bulan, dan bintang-bintang yang bercahaya terbit terhadapnya, dan Rabb segala sesuatu yang apa saja terbenam da-rinya, serta segala sesuatu yang keduanya ada padanya. Semuanya berada di bawah pengaturan dan rububiyahNya. Di dalam ayat ini Allah menyebutkan timur dan barat dalam bentuk mutsanna (dua) menurut tempat terbit musim dingin dan musim panas. Wallahu a'lam.