Wasatiah

Surat ke-55

Ar-Rahman · Ayat 42

Ayat 42

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Artinya

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Tafsir as-Sa'di

"Maka apabila langit telah terbelah sehingga menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 37-42).
(37-38) ﴾ فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ ﴿ "Maka apabila langit telah terbelah" yaitu pada Hari Kiamat karena kengerian, kedahsyatan, dan ke-takutan yang sangat, sehingga matahari dan bulan mengalami gerhana, dan bintang-bintang jatuh berserakan ﴾ فَكَانَتۡ ﴿ "sehingga menjadi" karena begitu dahsyat dan menakutkannya ﴾ وَرۡدَةٗ كَٱلدِّهَانِ ﴿ "merah mawar seperti (kilapan) minyak" seperti perak yang diluluh-kan dan semisalnya, ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
(39-40) ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يُسۡـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٞ وَلَا جَآنّٞ ﴿ "Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya," maksudnya, pertanyaan untuk mengetahui apa yang telah terjadi, karena Allah سبحانه وتعالى Maha Menge-tahui yang ghaib dan yang nampak, yang telah berlalu maupun yang akan datang. Dan Allah akan membalas (segala perbuatan) para hamba dengan apa yang Dia ketahui dari segala kondisi mereka. Dan pada Hari Kiamat telah dijadikan tanda-tanda yang dengannya dapat diketahui para pelaku kebaikan dan para pelaku kejahatan, sebagaimana Firman Allah تعالى dalam ayat yang lain,
﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿
"Pada hari di waktu itu ada wajah-wajah yang berseri dan ada pula wajah-wajah yang hitam muram." (Ali Imran: 106).
(41-42) Di sini kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يُسۡـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٞ وَلَا جَآنّٞ 39 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 40 ﴿ "Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki me-reka. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Maksudnya, ubun-ubun dan kaki mereka dipegang untuk kemu-dian mereka diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka. Perta-nyaan Allah dalam ayat ini hanyalah sebagai celaan dan pembuktian akan apa yang telah mereka lakukan. Pada hakikatnya Dia lebih mengetahui daripada mereka, hanya saja Allah سبحانه وتعالى menghendaki agar keagungan hujjah dan hikmahNya tampak disaksikan oleh seluruh makhlukNya.