Surat ke-30
Ar-Rum · Ayat 16
Ayat 16وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَلِقَاۤئِ الْاٰخِرَةِ فَاُولٰۤىِٕكَ فِى الْعَذَابِ مُحْضَرُوْنَ
Wa ammal-lażīna kafarū wa każżabū bi'āyātinā wa liqā'il-ākhirati fa'ulā'ika fil-‘ażābi muḥḍarūn(a).
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Dan adapun kelompok orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta mengingkari pertemuan akhirat sebagai hari kebangkitan setelah kematian mereka dan hari perhitungan dari seluruh amal perbuatan mereka, maka mereka tetap berada di dalam azab neraka dan tidak akan pernah tertinggal.
Tafsir Ibnu Katsir
Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.
Tafsir as-Sa'di
"Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali; kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa. Dan sekali-kali tidak ada pemberi syafa'at bagi mereka dari berhala-berhala me-reka, dan mereka mengingkari berhala mereka itu. Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-go-longan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (al-Qur`an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap dihadirkan di dalam siksaan (neraka)." (Ar-Rum: 11-16).
(11-13) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwasanya hanya Dia-lah yang memulai penciptaan seluruh makhluk, kemudian Dia akan mengembalikan mereka, kemudian kepadaNya mereka akan di-kembalikan sesudah mereka dihidupkan kembali untuk memberi balasan atas amal perbuatan mereka. Maka dari itu Dia menyebut-kan balasan untuk para pelaku kejahatan (keburukan) dan kemu-dian balasan bagi para pelaku kebajikan, seraya berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ ﴿ "Dan pada hari terjadinya kiamat," yaitu hari bangkitnya manu-sia kepada Allah Rabb semesta alam (dan mereka melihat)[47] kiamat dengan mata kepala, pada hari itu, ﴾ يُبۡلِسُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa." Maksudnya, mereka berputus asa dari segala kebaikan. Hal itu karena mereka tidak mempersiapkan untuk hari itu kecuali perbuatan jahat, yaitu dosa-dosa berupa kekafiran, syirik dan berbagai maksiat. Maka tatkala mereka telah melakukan segala sebab siksaan dan mereka belum pernah men-campurinya dengan sebab-sebab pahala sedikit pun, maka mereka berputus asa, berputus harapan, merasa sangat rugi, dan semua yang mereka ada-adakan, seperti manfaat para sekutu dan para sekutu diyakini bisa memberikan syafa'at sudah menjadi sia-sia. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَلَمۡ يَكُن لَّهُم مِّن شُرَكَآئِهِمۡ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada (sekutu) berhala bagi mereka" yang telah mereka sembah bersama penyembahan Allah, ﴾ شُفَعَٰٓؤُاْ وَكَانُواْ بِشُرَكَآئِهِمۡ كَٰفِرِينَ ﴿ "yang memberi syafa'at; dan mereka mengingkari berhala mereka itu," orang-orang musyrik berlepas diri dari sesembahan-sesembahan yang mereka persekutukan kepada Allah, dan para sesembahan itu pun berlepas diri, dan mereka berkata, "Kami berlepas diri kepadaMu, dan bukan kepada kami mereka dahulu menyembah (beribadah)." Mereka mengutuk dan menjauh.
(14-16) Pada hari itu, terpisahlah para pelaku kebajikan dari para pelaku keburukan, sebagaimana telah terpisah amal perbuatan mereka di dunia. ﴾ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih." Maksudnya, mereka beriman dengan sepenuh hati mereka dan membenarkan-nya dengan amal-amal shalih, ﴾ فَهُمۡ فِي رَوۡضَةٖ ﴿ "maka mereka di dalam taman," yang penuh dengan berbagai aneka tumbuh-tumbuhan dan berbagai hal yang digandrungi jiwa ﴾ يُحۡبَرُونَ ﴿ "bergembira," maksudnya, merasa senang dan menikmati berbagai makanan lezat, berbagai minuman, bidadari-bidadari cantik jelita, para pelayan, anak-anak, suara-suara merdu, pendengaran yang mengasyikkan, pemandangan-pemandangan yang sangat memukau, aroma-aroma wangi yang sedap, kegembiraan, kesenangan, kelezatan dan kesu-kaan, dari hal-hal yang tidak mungkin dapat diungkapkan oleh seseorang.
﴾ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Adapun orang-orang yang kafir," yang menging-kari nikmatNya dan membalasnya dengan keingkaran, ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dan mendustakan ayat-ayat Kami," yang dibawa oleh para utusan Kami, ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ ﴿ "maka mereka tetap dihadirkan di dalam siksaan," berada di dalamnya. Mereka telah dikepung oleh Jahanam dari segala penjuru, dan azab yang sangat pedih pun menusuk ke dalam jantung mereka, dan bara api panas menghanguskan wajah mereka dan memotong-motong lambung dan usus mereka. Mana perbedaan antara dua kelompok manusia ini? Di mana letak kesa-maan antara orang-orang yang mendapat kenikmatan dan orang-orang yang disiksa?