Surat ke-26
Asy-Syu'ara' · Ayat 224
Ayat 224وَالشُّعَرَاۤءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوٗنَ ۗ
Wasy-syu‘arā'u yattabi‘uhumul-gāwūn(a).
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Orang kafir Quraisy menuduh Nabi Muhammad sebagai seorang penyair. Allah membantah anggapan itu dengan tegas, "Dan penyair-penyair itu yang kamu sekalian terpukau dengan syair-syair mereka, diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak demikian halnya pengikut Nabi Muhammad yang sangat taat kepada aturan-aturan agama.
Tafsir Ibnu Katsir
Firman Allah Swt.:
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. (Asy-Syu'ara': 224)
Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa orang-orang kafir itu diikuti oleh manusia dan jin yang sesat-sesat. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan selain keduanya.
Ikrimah mengatakan bahwa ada dua orang penyair yang saling menghina, lalu salah satu pihak didukung oleh sejumlah orang dan pihak yang lainnya didukung oleh sejumlah orang pula. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. (Asy-Syu'ara' : 224)
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Ibnul Had, dari Yahnus maula Mus'ab ibnuz Zubair, dari Abu Sa'id yang menceritakan, bahwa ketika kami sedang berjalan bersama Rasulullah Saw. di Al-Arj, tiba-tiba muncullah seorang penyair. Maka Nabi Saw. bersabda: Tangkaplah setan ini —peganglah setan ini— Sesungguhnya bila seseorang dari kalian memenuhi perutnya dengan muntahan, itu lebih baik baginya daripada memenuhi dirinya dengan syair.
Tafsir as-Sa'di
Pada kitab ini, tafsir ayat ini dibahas menyatu dengan ayat 227. Silakan lihat tafsir di Ayat 227 untuk pembahasan lengkapnya.