Wasatiah

Surat ke-52

At-Tur · Ayat 46

Ayat 46

يَوْمَ لَا يُغْنِيْ عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَۗ

Yauma lā yugnī ‘anhum kaiduhum syai'aw wa lā hum yunṣarūn(a).

Artinya

(yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Balasan itu datang pada hari ketika tipu daya yang mereka upayakan tidak berguna sedikit pun bagi mereka, dan pada hari itu mereka juga tidak akan diberi pertolongan.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

(yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikit pun tipu daya mereka. (Ath-Thur: 46)

Tiada gunanya lagi tipu daya dan makar yang pernah mereka lakukan di dunia, dan tidak pula hal itu dapat membela mereka barang sedikit pun pada hari kiamat.

dan mereka tidak ditolong. (Ath-Thur: 46)

Tafsir as-Sa'di

"Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan, 'Itu adalah awan yang bertindih-tindih.' Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan. (Yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong'." (Ath-Thur: 44-46).
(44) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan bahwa orang-orang musyrik dan mendustakan kebenaran yang jelas itu me-nentang kebenaran dan terus berada di atas kebatilan. Andai pun semua dalil menunjukkan kebenarannya, tentu mereka tidak meng-ikutinya dan pasti mereka menentangnya. ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ كِسۡفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ سَاقِطٗا ﴿ "Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur," artinya, andai pun ayat-ayat jelas berupa potongan siksaan turun dari langit dan akan menimpa mereka, tentu ﴾ يَقُولُواْ سَحَابٞ مَّرۡكُومٞ ﴿ "mereka akan mengatakan, 'Itu adalah awan yang bertindih-tindih'," artinya, ini adalah mendung yang bergumpal-gumpal seperti biasanya. Mereka tidak mempe-dulikan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang mereka saksikan dan tidak mau menjadikannya sebagai pelajaran.
(45) Mereka itu tidak memiliki penawar apa pun selain azab dan siksaan, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَذَرۡهُمۡ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي فِيهِ يُصۡعَقُونَ ﴿ "Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan," yaitu pada Hari Kiamat, pada hari di mana mereka ditimpa azab yang pedihnya tidak terukur dan tergambarkan.
(46) ﴾ يَوۡمَ لَا يُغۡنِي عَنۡهُمۡ كَيۡدُهُمۡ شَيۡـٔٗا ﴿ "(Yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka," tidak sedikit dan tidak pula banyak, meski ketika di dunia mereka hidup dengan tipu daya dalam waktu yang singkat, namun pada Hari Kiamat tipu daya mereka tidak berguna dan semua usaha mereka batil, ﴾ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak ditolong."