Surat ke-51
Az-Zariyat · Ayat 42
Ayat 42مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ اَتَتْ عَلَيْهِ اِلَّا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيْمِۗ
Mā tażaru min syai'in atat ‘alaihi illā ja‘alathu kar-ramīm(i).
angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Saat bertiup, angin itu tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya tetap seperti kondisinya semula, sesuai dengan ketetapan Allah. Bahkan, apa saja yang diterjang dijadikannya seperti serbuk halus yang diterbangkan angin.
Tafsir Ibnu Katsir
Karena itulah disebutkan dalam ayat berikutnya oleh firman-Nya:
angin itu tidak membiarkan suatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk. (Adz-Dzariyat: 42)
Yaitu segala sesuatu yang dapat dirusak oleh angin yang sangat keras, semua yang dilandanya seperti sesuatu yang binasa lagi hancur menjadi serbuk.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ubaidillah keponakan Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami pamanku (yaitu Abdullah ibnu Wahb), telah menceritakan kepadaku Abdullah (yakni Ibnu Iyasy Al-Gassani), telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Sulaiman, dari Darij, dari Isa ibnu Hilal As-Sadfi, dari Abdullah ibnu Amr r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: bahwa angin yang dahsyat itu bersumber dari bumi lapis yang kedua. Ketika Allah Swt. hendak membinasakan kaum Ad, maka Dia memerintahkan kepada malaikat penjaga angin agar mengirimkan kepada mereka angin yang dahsyat yang dapat membinasakan mereka. Malaikat penjaga angin bertanya, "Ya Tuhanku, aku akan mengirimkan kepada mereka angin yang dahsyat sebesar lubang hidung banteng (sapi jantan)." Maka Allah Swt. berfirman kepadanya, "Jangan, kalau begitu kamu akan membalikkan bumi beserta para penduduk yang ada di permukaannya. Tetapi kirimkanlah kepada mereka sebesar lubang cincin." Hal inilah yang dimaksudkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya; angin itu tidak membiarkan suatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk. (Adz-Dzariyat: 42)
Hadis ini predikat marfu'-nya munkar, dan yang paling mendekati kebenaran ialah bila dikatakan mauquf hanya sampai pada sahabat Abdullah ibnu Umar r.a., dari kedua tawanan wanitanya yang diperoleh dari Perang Yarmuk; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Sa'id ibnul Musayyab dan lain-lainnya telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. (Adz-Dzariyat: 41) Mereka mengatakan bahwa angin tersebut dikenal dengan nama Janub (angin selatan).
Telah disebutkan di dalam hadis sahih melalui riwayat Syu'bah, dari Al-Hakam, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Aku diberi pertolongan dengan angin saba (angin kencang yang dingin) dan kaum 'Ad dibinasakan dengan angin dabur (angin yang membinasakan).
Tafsir as-Sa'di
"Dan juga pada (kisah) kaum 'Ad ketika Kami kirimkan ke-pada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiar-kan suatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk." (Adz-Dzariyat: 41-42) .
(41) ﴾ و َ ﴿ "Dan," terdapat tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى untuk mereka ﴾ فِي عَادٍ ﴿ "pada (kisah) 'Ad," yaitu suatu kabilah yang terke-nal, ﴾ إِذۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمُ ٱلرِّيحَ ٱلۡعَقِيمَ ﴿ "ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan," yakni yang tidak membawa kebaikan, ketika mereka mendustakan nabi mereka, Nabi Hud عليه السلام.
(42) ﴾ مَا تَذَرُ مِن شَيۡءٍ أَتَتۡ عَلَيۡهِ إِلَّا جَعَلَتۡهُ كَٱلرَّمِيمِ ﴿ "Angin itu tidak membiar-kan suatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk," yakni seperti serbuk halus. Allah سبحانه وتعالى yang membinasakan mereka meski mereka memiliki kekuatan dan ketangguhan, merupakan bukti sempurnanya kekuatan Allah سبحانه وتعالى serta KuasaNya yang tidak terkalahkan oleh apa pun, dan membalas orang-orang yang men-durhakaiNya.