Wasatiah

Surat ke-51

Az-Zariyat · Ayat 51

Ayat 51

وَلَا تَجْعَلُوْا مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ

Wa lā taj‘alū ma‘allāhi ilāhan ākhar(a), innī lakum minhu nażīrum mubīn(un).

Artinya

Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Dan untuk kembali kepada-Nya janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain untuk disembah selain Allah. Sungguh, aku merupakan seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untuk kebaikan dan kesejahteraanmu.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Swt.:

Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah. (Adz-Dzariyat: 51)

Yakni janganlah kamu mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun.

Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. (Adz-Dzariyat: 51)

Tafsir as-Sa'di

"Dan langit itu Kami bangun dengan tangan-tangan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pem-beri peringatan yang nyata dari Allah untukmu. Dan janganlah kamu mengadakan sesembahan yang lain di samping Allah. Se-sungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu." (Adz-Dzariyat: 47-51).
(47) Allah سبحانه وتعالى berfirman menjelaskan KuasaNya yang agung, ﴾ وَٱلسَّمَآءَ بَنَيۡنَٰهَا ﴿ "Dan langit itu Kami bangun," artinya, Kami ciptakan, Kami sempurnakan dan Kami jadikan atap untuk bumi dan apa pun yang berada di atas bumi, ﴾ بِأَيۡيْدٖ ﴿ "dengan tangan-tangan (Kami)," yakni, dengan kekuatan dan Kuasa yang besar, ﴾ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ ﴿ "dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya," sisi-sisi dan arah-arahnya, dan sesungguhnya Kami juga meluaskan untuk hamba-hamba Kami dengan rizki yang mana Allah tidak meninggalkan satu binatang pun di dalam sarangnya, binatang yang berada di gelombang samudera dan yang berada di seluruh kawasan bumi, baik di dataran tinggi maupun rendah, melainkan rizki yang men-cukupinya pasti sampai padanya, kebaikan Allah سبحانه وتعالى yang mencu-kupinya sampai padanya. Mahasuci Dzat yang kemuliaanNya mencakup seluruh makhluk, Mahasuci Dzat yang rahmatNya me-liputi seluruh manusia.
(48) ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ فَرَشۡنَٰهَا ﴿ "Dan bumi itu Kami hamparkan," artinya, Kami menjadikan bumi sebagai hamparan bagi makhluk yang memungkinkan bagi mereka hidup di bumi dengan berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan mereka seperti tempat tinggal, tanaman, buah-buahan, tempat duduk, serta berbagai cara yang menghantarkan mereka pada maksud dan tujuan mereka. Karena hamparan itu bisa dimanfaatkan dari berbagai segi, bisa juga di-manfaatkan untuk satu sisi saja. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia menghamparkan bumi dengan sebaik-baiknya dan secara sempurna, Dia juga memuji diriNya sendiri karena hal itu seraya berkata, ﴾ فَنِعۡمَ ٱلۡمَٰهِدُونَ ﴿ "Maka sebaik-baik yang menghamparkan," yang menghamparkan untuk para hambaNya sesuai keputusan hikmah dan rahmatNya.
(49) ﴾ وَمِن كُلِّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَا زَوۡجَيۡنِ ﴿ "Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan," dua jenis, lelaki dan perempuan pada semua jenis hewan ﴾ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ﴿ "supaya kamu mengingat," nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى yang dikaruniakan kepada kalian berdasarkan takdir dan hikmahNya yang menjadikannya sebagai penyebab bertahannya berbagai jenis hewan agar kalian para manusia bisa mengembang-kan dan merawatnya sehingga akan didapatkan berbagai macam manfaat.
(50) Tatkala Allah سبحانه وتعالى menyeru para hamba untuk melihat tanda-tanda kekuasaanNya yang mengharuskan mereka takut dan kembali padaNya, selanjutnya Allah memerintahkan sesuatu yang menjadi tujuan dari seruan itu, yaitu lari (mendekat) kepada-Nya, maksudnya lari dan menjauh dari semua yang dibenci Allah سبحانه وتعالى secara lahir dan batin menuju yang dicintai Allah سبحانه وتعالى secara lahir dan batin, lari dari kebodohan menuju ilmu, lari dari kekufuran menuju keimanan, lari dari kemaksiatan menuju ketaatan, lari dari kelalaian menuju kewaspadaan. Siapa pun yang memenuhi semua hal tersebut, maka dia telah menyempurnakan agama secara kese-luruhan, semua yang ditakuti akan lenyap darinya dan akan mem-peroleh tujuan yang diinginkan.
Allah سبحانه وتعالى menyebut kembali kepadaNya sebagai lari, sebab kembali pada selain Allah سبحانه وتعالى terdapat berbagai hal yang ditakuti dan tidak diinginkan sedangkan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى terdapat berbagai hal yang disenangi, keamanan, kesenangan, kebahagiaan dan keberuntungan. Manusia lari dari Qadha` dan Qadar menuju Qadha` dan Qadar. Semua orang yang engkau takuti hendaklah engkau jauhi kecuali Allah سبحانه وتعالى, karena hanya sekedar takut saja, maka itu berarti engkau telah berlari menuju kepadaNya. ﴾ إِنِّي لَكُم مِّنۡهُ نَذِيرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu," yakni pemberi peringatan untuk kalian akan azab Allah سبحانه وتعالى serta agar kalian takut dengan peringatan yang jelas.
(51) ﴾ وَلَا تَجۡعَلُواْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۖ ﴿ "Dan janganlah kamu mengadakan sesembahan yang lain di samping Allah سبحانه وتعالى." Ini adalah termasuk salah satu bentuk berlari menuju Allah سبحانه وتعالى bahkan inilah asal mula mak-sud berlari menuju Allah سبحانه وتعالى, lari dari menjadikan sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى berupa patung, sekutu, kubur dan lainnya yang disembah selain Allah سبحانه وتعالى untuk kemudian mengikhlaskan ibadah, takut, peng-harapan, doa, dan kembali hanya kepada Allah.