Surat ke-43
Az-Zukhruf · Ayat 5
Ayat 5اَفَنَضْرِبُ عَنْكُمُ الذِّكْرَ صَفْحًا اَنْ كُنْتُمْ قَوْمًا مُّسْرِفِيْنَ
Afa naḍribu ‘ankumuż-żikra ṣafḥan an kuntum qaumam musrifīn(a).
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al Quran kepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas?
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Maka apakah dengan penolakan kamu terhadap Al-Qur’an yang Kami turunkan itu, wahai orang-orang kafir, akan menyebabkan Kami akan berhenti menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai peringatan kepa-damu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas karena kebejatan dan keingkaranmu terhadapnya? Sama sekali tidak. Kami tidak akan pernah berhenti menurunkannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Adapun firman Allah Swt.:
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-Qur'an kepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas? (Az-zukhruf: 5)
Ulam tafsir berselisih pendapat mengenai makna ayat ini. Menurut suatu pendapat, makna ayat ini ialah 'apakah kamu mengira bahwa Kami memaaf kalian, karenanya Kami tidak mengazab kalian, sedangkan kalian tidak mengerjakan apa yang diperintahkan kepada kalian?'. Demikianlah menurut Ibnu Abbas r.a. Abu Saleh, Mujahid, As-Saddi, dan dipilih oleh Ibnu Jarir.
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-Qur'an kepadamu? (Az-Zukhruf: 5) Bahwa demi Allah, seandainya Al-Qur’an ini diangkat (dihapus) ketika ditolak oleh permulaan ayat ini, niscaya mereka akan binasa. Tetapi berkat rahmat Allah Swt, Dia meneruskan risalah-Nya dan mengulang-ulang penurunannya kepada mereka serta menyeru mereka selama dua puluh tahun atau lebih dari itu menurut apa yang dikehendaki-Nya.
Pendapat yang dikemukakan oleh Qatadah mengandung makna yang lembut sekali. Yang dapat disimpulkan sebagai berikut, bahwa merupakan suatu kelembutan dan rahmat Allah Swt. kepada makhluk-Nya. Dia tidak pernah berhenti menyeru mereka kepada kebaikan dan kepada ajaran Al-Qur’anul Karim, sekalipun mereka bersifat melampaui batas lagi berpaling darinya. Bahkan Allah tetap memerintahkan dengan melalui Al-Qur'an kepada orang yang ditakdirkan mendapat hidayah agar Al-Qur'an dijadikan sebagai petunjuk, dan agar hujah (alasan) dapat ditegakkan terhadap orang yang ditakdirkan celaka.
Tafsir as-Sa'di
"Ha Mim. Demi Kitab (al-Qur`an) yang menerangkan. Se-sungguhnya Kami menjadikan al-Qur`an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). Dan sesungguhnya al-Qur`an itu dalam induk al-Kitab (Lauhil Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan al-Qur`an kepa-damu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas?" (az-Zukhruf: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
(1-3) Ini adalah sumpah dengan al-Qur`an terhadap al-Qur`an. Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan al-Qur`an yang nyata secara mutlak dan tidak menyebutkan sesuatu yang dikaitkan dengannya, untuk menunjukkan bahwa al-Qur`an menjelaskan segala masalah dunia-akhirat yang diperlukan para hamba.
﴾ إِنَّا جَعَلۡنَٰهُ قُرۡءَٰنًا عَرَبِيّٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami menjadikan al-Qur`an dalam bahasa Arab." Inilah yang disumpahkan, al-Qur`an dijadikan dengan bahasa yang paling fasih, jelas dan nyata. Dan inilah salah satu dari penjelasannya. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan hikmah mengenai hal itu seraya berfirman, ﴾ لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ﴿ "Supaya kamu memahami-(nya)," kata-kata dan maknanya agar mudah dan dekat di pende-ngaran.
(4) ﴾ وَإِنَّهُۥ فِيٓ أُمِّ ٱلۡكِتَٰبِ لَدَيۡنَا ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu dalam induk al-Kitab (Lauhil Mahfuzh) di sisi Kami," berada di al-Mala` al-A'la di tingkat paling atas dan paling mulia, ﴾ لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ ﴿ "adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah," yaitu, benar-benar tinggi dalam tingkatan, kemuliaan, dan posisi-nya, bijaksana dalam segala perintah, larangan, dan berita yang tercakup. Di dalamnya tidak ada hukum yang berseberangan de-ngan hikmah, keadilan, dan keseimbangan.
(5) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa hikmah dan karuniaNya mengharuskan tidak membiarkan para hambanya begitu saja, dan tidak mengutus rasul dan tidak menurunkan kitab kepada mereka meski mereka melampaui batas dan berbuat zhalim. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَنَضۡرِبُ عَنكُمُ ٱلذِّكۡرَ صَفۡحًا ﴿ "Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan al-Qur`an kepadamu," yaitu apakah Kami berpaling dari kalian dan tidak menurunkan peringatan kepada kalian dan berhenti menurunkan al-Qur`an karena kalian berpaling dan tidak tunduk kepada Allah سبحانه وتعالى? Meski demikian, Allah سبحانه وتعالى tetap menurunkan al-Qur`an dan memberi penjelasan segala sesuatu kepada kalian. Bila kalian beriman dan menjadikannya sebagai petunjuk, itulah taufik untuk kalian, namun bila tidak dipercayai dan tidak dijadikan sebagai petunjuk, maka hujjah telah tegak atas kalian dan kalian berada di atas kejelasan berbagai hal.