Surat ke-43
Az-Zukhruf · Ayat 80
Ayat 80اَمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوٰىهُمْ ۗ بَلٰى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُوْنَ
Am yaḥsabūna annā lā nasma‘u sirrahum wa najwāhum, balā wa rusulunā ladaihim yaktubūn(a).
Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Dalam keadaan demikian, Allah mengajukan pertanyaan yang berisi kecaman atas rencana mereka dengan mengatakan, “Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Apa yang mereka duga itu merupakan suatu kekeliruan yang amat besar karena sebenarnya Kami mendengar semua yang mereka rencanakan itu, dan utusan-utusan Kami, yakni malaikat yang mencatat amal baik dan buruk selalu mencatat di sisi mereka apa yang mereka niatkan, katakan, dan kerjakan.
Tafsir Ibnu Katsir
Demikian itu karena orang-orang musyrik dalam upayanya menolak kebenaran dengan kebatilan, mereka menggunakan tipu daya makar yang mereka rencanakan. Maka Allah membalas makar mereka dan menimpakan akibat dari makar itu kepada diri mereka sendiri. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? (Az-Zukhruf: 80)
Yaitu rahasia yang tersimpan dalam dada mereka dan sikap lahiriah mereka yang terang-terangan.
Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka. (Az-Zukhruf: 80)
yakni Kami mengetahui apa yang sedang mereka lakukan, dan para malaikat pun terus mencatat amal perbuatan mereka, baik yang besar maupun yang kecil.
Tafsir as-Sa'di
"Bahkan mereka telah menetapkan satu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami akan membalas tipu daya mereka. Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka." (Az-Zukhruf: 79-80).
(79) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَمۡ أَبۡرَمُوٓاْ ﴿ "Bahkan mereka telah mene-tapkan," maksudnya, orang-orang yang mendustakan kebenaran dan menentangnya menetapkan, ﴾ أَمۡرٗا ﴿ "satu tipu daya (jahat)," yaitu mereka merencanakan makar jahat terhadap kebenaran dan orang yang membawanya, agar mereka bisa menangkalnya dengan kebatilan yang dihiasi. ﴾ فَإِنَّا مُبۡرِمُونَ ﴿ "Maka sesungguhnya Kami akan membalas tipu daya mereka," artinya, menetapkan suatu urusan dan merencanakan sesuatu yang mengalahkan rencana mereka serta membatalkannya. Itulah sebab-sebab dan dalil-dalil yang ditetap-kan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk membatalkan kebatilan, sebagaimana yang difirmankanNya,
﴾ بَلۡ نَقۡذِفُ بِٱلۡحَقِّ عَلَى ٱلۡبَٰطِلِ فَيَدۡمَغُهُۥ ﴿
"Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap." (Al-Anbiya`: 18).
(80) ﴾ أَمۡ يَحۡسَبُونَ ﴿ "Apakah mereka mengira," dengan kebodohan dan kezhaliman mereka, ﴾ أَنَّا لَا نَسۡمَعُ سِرَّهُمۡ ﴿ "bahwa Kami tidak mendengar rahasia," yang tidak mereka katakan, lebih dari itu adalah rahasia di dalam hati, ﴾ وَنَجۡوَىٰهُمۚ ﴿ "dan bisikan-bisikan mereka," pembicaraan lirih yang mereka bisikkan? Karena itulah mereka melakukan kemaksiatan dan mereka mengira tidak ada yang mengintai dan tidak ada yang akan membalas atas rahasia mereka. Allah سبحانه وتعالى me-nanggapi mereka dengan berfirman, ﴾ بَلَىٰ ﴿ "Sebenarnya (Kami men-dengar)," yaitu, Kami mengetahui rahasia dan bisikan mereka, ﴾ وَرُسُلُنَا ﴿ "dan utusan-utusan Kami," yaitu para malaikat mulia, yang ﴾ لَدَيۡهِمۡ يَكۡتُبُونَ ﴿ "selalu mencatat di sisi mereka"; semua yang mereka lakukan akan dicatat hingga mereka datang di Hari Kiamat, mereka mendapatkan amalan mereka hadir, dan Rabbmu tidak menzhalimi seorang pun.