Wasatiah

Surat ke-39

Az-Zumar · Ayat 26

Ayat 26

فَاَذَاقَهُمُ اللّٰهُ الْخِزْيَ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚوَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَكْبَرُ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

Fa ażāqahumullāhul-khizya fil-ḥayātid-dun-yā, wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).

Artinya

Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Maka Allah menimpakan kepada mereka azab dan kehinaan pada kehidupan dunia serta menyiapkan bagi mereka azab yang pedih di akhirat. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar daripada azab dunia. Kalau saja mereka mengetahui hal itu niscaya mereka akan beriman dan berbuat baik. Hanya kebodohan dan ketundukan pada hawa nafsu yang membuat mereka tersesat.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. (Az-Zumar: 26)

Yaitu melalui azab dan pembalasan Allah yang ditimpakan kepada mereka, sehingga orang-orang mukmin merasa lega dan puas terhadap mereka. Karena itu, waspadalah orang-orang yang diancam dengan peringatan ini. Karena sesungguhnya mereka telah mendustakan rasul yang paling mulia penutup para nabi, maka azab yang disediakan oleh Allah Swt. bagi mereka di negeri akhirat akan jauh lebih keras daripada azab yang menimpa mereka dalam kehidupan di dunia ini. Untuk itulah maka dalam firman selanjutnya disebutkan:

Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui. (Az-Zumar: 26)

Tafsir as-Sa'di

"Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada Hari Kiamat. Dan dikatakan kepada orang-orang yang zhalim, 'Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan.' Orang-orang sebelum mereka telah mendustakan, maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka. Maka Allah merasakan kepada mereka ke-hinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui." (Az-Zumar: 24-26).
(24) Maksudnya, apakah sama orang yang diberi hidayah oleh Allah dan diberi taufik dariNya untuk menempuh jalan yang bisa mengantarkan ke negeri kemuliaanNya dengan orang yang berada di dalam kesesatan dan terus dalam sikap keras kepalanya hingga Hari Kiamat datang, lalu azab yang sangat besar menimpa-nya, lalu ia menghindarkan wajahnya yang merupakan anggota tubuh yang paling mulia, yang sekecil apa pun azab dapat berpe-ngaruh terhadapnya, dan ia memalingkan wajahnya dari azab yang sangat buruk itu, padahal kedua tangan dan kedua kakinya sudah dibelenggu?!
﴾ وَقِيلَ لِلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan kepada orang-orang yang zhalim" terhadap dirinya dengan melakukan kekafiran dan kemaksiatan, sebagai hinaan dan cercaan, ﴾ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ﴿ "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan."
(25) ﴾ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ ﴿ "Orang-orang sebelum mereka telah mendustakan," maksudnya, umat-umat terdahulu, sebagaimana mereka (kaum kafir Quraisy) mendustakan, ﴾ فَأَتَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka," datang menimpa mereka saat mereka lalai di pagi hari atau di saat mereka tidur siang hari.
(26) ﴾ فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ﴿ "Maka Allah merasakan kepada mereka" dengan azab tersebut ﴾ ٱلۡخِزۡيَ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "kehinaan pada kehidupan dunia," di mana mereka benar-benar dipermalukan di hadapan Allah dan di hadapan makhlukNya. ﴾ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan sungguh azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui," maka hendak-lah mereka waspada dari sikap terus mendustakan, karena mereka akan ditimpa azab seperti yang telah menimpa umat-umat terda-hulu.