Wasatiah

Surat ke-35

Fatir · Ayat 4

Ayat 4

وَاِنْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ

Wa iy yukażżibūka faqad kużżibat rusulum min qablik(a), wa ilallāhi turja‘ul-umūr(u).

Artinya

Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan) maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Dan jika mereka mendustakan engkau, wahai Nabi Muhammad, setelah engkau memberi mereka seruan untuk beriman kepada Allah yang telah melimpahkan rahmat, maka sungguh, rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Karena itu, janganlah bersedih dan bersabarlah seperti halnya mereka (Lihat juga: al-An‘àm/6: 34). Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. Dia akan memberi balasan sesuai perbuatan setiap orang.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman, jika mereka mendustakan kamu, hai Muhammad, yaitu mereka yang musyrik kepada Allah, dan mereka menentang ajaran yang engkau sampaikan kepada mereka berupa ajaran tauhid, maka ketahuilah engkau mempunyai suri teladan dari para rasul yang ada sebelum kamu. Karena sesungguhnya mereka pun mengalami nasib yang serupa, mereka datang kepada kaumnya dengan membawa ayat-ayat Allah yang jelas dan memerintahkan mereka untuk mengesakan Allah, tetapi mereka menentangnya dan mendustakannya.

Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. (Faathir':4)

Yakni kelak Kami akan membalas mereka atas hal tersebut dengan balasan yang sempurna.

Tafsir as-Sa'di

"Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Ada-kah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepada kamu dari langit dan dari bumi? Tidak ada sembahan yang haq melainkan Dia; maka mengapakah kamu berpaling? Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allah-lah dikembali-kan segala urusan." (Fathir: 3-4).
(3) Allah سبحانه وتعالى memerintah seluruh manusia untuk mengingat nikmatNya atas mereka. Ini mencakup mengingat nikmat dengan hati sebagai bentuk pengakuan, dengan lisan sebagai bentuk pujian, dan dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk ketundukan. Sebab, sesungguhnya mengingat nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى itu bisa memotivasi diri untuk bersyukur kepadaNya.
Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan mereka akan pokok-pokok kenikmatan, yaitu bahwa mereka diciptakan dan diberikan rizki, seraya berfirman, ﴾ هَلۡ مِنۡ خَٰلِقٍ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepada kamu dari langit dan dari bumi?" Oleh karena sudah dimaklumi bahwa tidak ada satu pun yang dapat menciptakan dan memberikan rizki kecuali Allah, maka hal ini menjadi bukti (dalil) akan ke-Tuhan-anNya dan ke-berhakanNya untuk disembah. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ ﴿ "Tidak ada sembahan yang haq melainkan Dia; maka mengapakah kamu berpaling?" Maksudnya, mengapa kalian berpaling dari peribadatan kepada Sang Pencipta lagi Pemberi rizki kepada peribadatan kepada makhluk yang justru (sama dengan kalian) diberi rizki.
(4) ﴾ وَإِن يُكَذِّبُوكَ ﴿ "Dan jika mereka mendustakan kamu" wahai Rasul, maka kamu mempunyai suri teladan dari para Rasul sebe-lum kamu, ﴾ فَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَۚ ﴿ "maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu." Kemudian orang-orang yang mendusta-kan itu pun dibinasakan, dan Allah menyelamatkan para rasul tersebut beserta para pengikutnya.
﴾ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ ﴿ "Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan."