Wasatiah

Surat ke-82

Al-Infitar · Ayat 2

Ayat 2

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ

Wa iżal-kawākibuntaṡarat.

Artinya

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, keluar dari garis edarnya, dan berhamburan secara acak akibat hilangnya gaya tarik-menarik antar-benda angkasa.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Swt:

{وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ}

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan. (Al-Infithar: 2)

Maksudnya, jatuh berguguran.

{وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ}

dan apabila lautan dijadikan meluap. (Al-Infithar: 3)

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa Allah meluapkan sebagian darinya dengan sebagian yang lain.

Al-Hasan mengatakan bahwa Allah meluapkan sebagian darinya dengan sebagian yang lain, lalu lenyaplah airnya.

Qatadah mengatakan bahwa airnya yang tawar bercampur baur dengan airnya yang asin. Menurut Al-Kalabi, makna yang dimaksud ialah meluap.

{وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَت}

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar. (Al-Infithar: 4)

Ibnu Abbas mengatakan terbongkar. As-Saddi mengatakan bahwa kuburan-kuburan berserakan, lalu bergerak dan mengeluarkan semua yang ada di dalam perutnya.

{عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ}

maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. (Al-Infithar: 5)

Yakni apabila semua amal perbuatan yang terdahulu yang telah dilupakannya diketahuinya, terlebih lagi yang terakhir dilakukannya

Tafsir as-Sa'di

Pada kitab ini, tafsir ayat ini dibahas menyatu dengan ayat 5. Silakan lihat tafsir di Ayat 5 untuk pembahasan lengkapnya.