Surat ke-82
Al-Infitar · Ayat 3
Ayat 3وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ
Wa iżal-biḥāru fujjirat.
dan apabila lautan menjadikan meluap,
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Dan apabila lautan dijadikan meluap, di mana batas antara satu laut dengan lainnya terbelah dan hancur sehingga air meluap. Air tawar dan asin pun menyatu, berkumpul menjadi lautan raksasa tak bertepi.
Tafsir Ibnu Katsir
Adapun firman Allah Swt:
{وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ}
dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan. (Al-Infithar: 2)
Maksudnya, jatuh berguguran.
{وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ}
dan apabila lautan dijadikan meluap. (Al-Infithar: 3)
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa Allah meluapkan sebagian darinya dengan sebagian yang lain.
Al-Hasan mengatakan bahwa Allah meluapkan sebagian darinya dengan sebagian yang lain, lalu lenyaplah airnya.
Qatadah mengatakan bahwa airnya yang tawar bercampur baur dengan airnya yang asin. Menurut Al-Kalabi, makna yang dimaksud ialah meluap.
{وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَت}
dan apabila kuburan-kuburan dibongkar. (Al-Infithar: 4)
Ibnu Abbas mengatakan terbongkar. As-Saddi mengatakan bahwa kuburan-kuburan berserakan, lalu bergerak dan mengeluarkan semua yang ada di dalam perutnya.
{عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ}
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. (Al-Infithar: 5)
Yakni apabila semua amal perbuatan yang terdahulu yang telah dilupakannya diketahuinya, terlebih lagi yang terakhir dilakukannya
Tafsir as-Sa'di
Pada kitab ini, tafsir ayat ini dibahas menyatu dengan ayat 5. Silakan lihat tafsir di Ayat 5 untuk pembahasan lengkapnya.