Wasatiah

Surat ke-23

Al-Mu'minun · Ayat 95

Ayat 95

وَاِنَّا عَلٰٓى اَنْ نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقٰدِرُوْنَ

Wa innā ‘alā an nuriyaka mā na‘iduhum laqādirūn(a).

Artinya

Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Allah mengajari Nabi doa tersebut bukan karena Allah tidak kuasa menjatuhkan siksa saat Nabi masih hidup, namun Dia hanya menundanya sebagaimana ditegaskan dalam ayat ini. Dan sungguh, Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, apa yang Kami ancamkan kepada mereka. Karena itu, janganlah engkau berduka atas pendustaan mereka kepadamu.

Tafsir Ibnu Katsir

Yaitu seandainya Kami menghendaki, tentulah Kami dapat memper­lihatkan kepadamu azab, pembalasan, dan mala petaka yang menimpa orang-orang musyrik itu.

Kemudian Allah Swt. memberikan petunjuk kepada Nabi Saw. tentang cara yang paling efektif dan metode yang sukses dalam ber­masyarakat, yaitu berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk terhadap dirinya agar hatinya terpikat dan simpati, sehingga permusuhannya berganti menjadi persahabatan, dan kemarahannya berganti menjadi simpati.

Tafsir as-Sa'di

"Katakanlah, 'Ya Rabb, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka, ya Rabbku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zhalim.' Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka." (Al-Mu`minun: 90-92).
(93-95) Setelah Allah سبحانه وتعالى menegakkan bukti-bukti kekuasa-anNya yang agung atas kaum pendusta, (tapi) mereka tidak meno-lehkan pandangan kepadanya, dan tidak tunduk kepadanya, maka menjadi pastilah siksa bagi mereka, lalu mereka diancam dengan turunnya azab, dan Allah memberikan petunjuk kepada RasulNya agar mengatakan, ﴾ رَّبِّ إِمَّا تُرِيَنِّي مَا يُوعَدُونَ ﴿ "Ya Rabbku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancam-kan kepada mereka." Maksudnya kapankah Engkau memperlihatkan kepadaku siksaan mereka dan menghadirkanku saat itu, ﴾ رَبِّ فَلَا تَجۡعَلۡنِي فِي ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Ya Rabbku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zhalim." Maksudnya, lindungilah aku, kasihilah aku dari bencana yang Engkau ujikan kepada me-reka, berupa dosa-dosa yang akan mendatangkan azab. Peliharalah aku juga dari siksaan yang menghampiri mereka. Sebab hukuman yang menyeluruh, saat turun bisa menimpa orang yang bermaksiat dan lainnya secara umum. Allah berfirman untuk menerangkan dekatnya waktu siksaan mereka, ﴾ وَإِنَّا عَلَىٰٓ أَن نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمۡ لَقَٰدِرُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepada-mu apa yang Kami ancamkan kepada mereka." Akan tetapi, bila Kami menundanya, maka penundaan itu atas dasar hikmah. Kalau tidak demikian, maka kekuasaan Kami sudah sanggup untuk menjatuh-kannya [kepada mereka].