Wasatiah

Surat ke-53

An-Najm · Ayat 1

Ayat 1

وَالنَّجْمِ اِذَا هَوٰىۙ

Wan-najmi iżā hawā.

Artinya

Demi bintang ketika terbenam.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Surah at-Tùr diakhiri dengan perintah untuk bertasbih dan memuji Allah setiap saat, terutama pagi. Pada Surah an-Najm ini Allah memulai dengan bersumpah demi bintang. Demi bintang yang bertebaran di angkasa ketika hendak terbenam akibat terbitnya matahari di ufuk timur dengan sinarnya yang kuat.

Tafsir Ibnu Katsir

Asy-Sya'bi dan lain-lainnya menyebutkan bahwa Pencipta boleh saja bersumpah dengan menyebut nama makhluk-Nya yang dikehendaki-Nya, tetapi bagi makhluk tidak boleh bersumpah dengan menyebut nama selain Tuhan Yang Maha Pencipta (Allah Swt.), menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan makna firman-Nya:

Demi bintang ketika terbenam. (An-Najm: 1)

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa yang dimaksud dengan bintang di sini adalah bintang surayya, yakni apabila terbenam bersamaan dengan munculnya fajar. Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Sufyan As-Sauri, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir.

As-Saddi mengatakan bahwa bintang yang dimaksud adalah bintang zahrah (venus).

Lain pula dengan Ad-Dahhak, ia mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Demi bintang ketika terbenam. (An-Najm: 1) Yakni apabila dilemparkan ke arah setan-setan; pendapat ini mempunyai alasannya yang tersendiri.

Al-A'masy telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan firman-Nya: Demi bintang ketika terbenam. (An-Najm: 1) Yaitu Al-Qur'an pada saat diturunkan. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan semesta alam. (Al-Waqi'ah: 75-80)

Tafsir as-Sa'di

Pada kitab ini, tafsir ayat ini dibahas menyatu dengan ayat 18. Silakan lihat tafsir di Ayat 18 untuk pembahasan lengkapnya.